Halloween Costume ideas 2015
Articles by "Opini"


IndonesiaNewest - Saya pernah bekerja selama kurang lebih 2,5 Tahun( Oktober 2009-Februari 2012) dalam satu Instusi(Komisi II dewan perwakilan rakyat RI) dengan Basuki Tjahaja Purnama (AHOK). Dia sebagai Anggota DPR, saya sebagai Tenaga Ahli. 

Saya tidak mempunyai kedekatan langsung dengan dia, hanya saja, sebagai Anak buah, saya harus aktif memperhatikan karakteristik setiap anggota, termasuk Ahok, alasannya harus menyesuaikan huruf setiap anggota dalam membantu mereka menjalankan fungsinya.


Ada beberapa pengalaman yang saya ingat wacana kinerja dan perilakunya selama di Komisi II dewan perwakilan rakyat RI.

1. sangat rajin mengikuti rapat, meskipun gak selalu berbicara dalam forum. beliau selalu mencatat kejadian rapat dan memasukkannya dalam website pribadinya.


2. Bila ada Pemberian uang kepada anggota; entah itu honor-honor pembahasan Undang-undang, uang perjalanan dll. sebelum beliau teken anda terima, yang selalu beliau tanya kepada sekretrariat: ada pajaknya gak? bila tidak ada pajak, beliau tidak bakal terima. Menurut dia, bila ada pemotongan pajak berarti uang itu legal.


3. suka ngomel-ngomel kepada sekretariat bila beliau dimasukkan ke sheet ekonomi dalam penerbangan. Dia bilang negara sudah membayar sheet kelas bisnis bagi pejabat negara(Anggota DPR), jadi bila masih memakai sheet ekonomi berarti ada korupsi terselubung.


4. Suka merepotin sekretariat komisi II dewan perwakilan rakyat alasannya beliau suka mengembalikan sisa uang perjalanan kunjungan kerja. Misalnya, dalam jadwal kunjungan kerja direncanakan lima hari, tetapi praktiknya tiga hari, maka sisa dua hari akan dikembalikan Ahok sedangkan anggota lain tidak. alasannya beliau sendiri yang mengambalikan, maka menjadi pelengkap kerja bagi sekretariat, agak kurang bimbing juga sih dia, nambahin kerjaan aja. susah memang berhadapan sama orang jujur.


5. Menurut pengamatan saya, beliau tidak begitu disenangi oleh anggota lain, soalnya, pemikirannya sering berseberangan dengan anggota lain. salah satu contoh. saat mebahas aktivitas E-KTP yang menelan biaya Rp.6,5 Triliun, beliau kurang oke dengan aktivitas yang memboroskan itu, beliau bilang:" ngapain boros-boros biaya, kasih aja E-KTP itu dibentuk dan dikelola BRI, selain praktis, dapat dipakai jadi ATM sekaligus.semua Penduduk Indonesia yang berusia 17 tahun punya ATM, BRI pun dapat jadi Bank terbesar di Asia Tenggara". gak ditanggapin anggota lain. Kasihan kan loe Hok?.


6. Orangnya gak dapat basa-basi, to the point. suka...... bilang suka, tidak suka...dia bilang tidak suka. Tetapi selalu hangat sama orang, gak pernah merasa beliau seorang pejabat. Di dewan perwakilan rakyat lebih banyak bergul sama cleaning service dan Office Boy.


7. Kata orang beliau pelit, soal ini saya gak tau, alasannya belum pernah dikasih uang dan saya juga gak pernah minta uang dari dia. mungkin alasannya orang itu gak pernah dikasih uang jadi dibilang pelit. Tapi berdasarkan ku beliau bukan pelit, tapi gak ada yang mau dikasih. apa mau dikasih...dari hasil laporan penggunaan Uang yang diunggah di websitenya , sisa dari honor dan derma kehormatan selama aktif di dewan perwakilan rakyat cuma sekitar 2 juta rupiah, bagaimana mau ngasih-ngasih sama orang.


8.Dia pernah bilang sama saya, jangan takut tidak disukai orang, alasannya orang menjadi populer alasannya ada dua kelompok orang disekeliling kita yaitu yang suka dengan kita dan yang tidak suka. semakin ekstreem kesukaan dan ketidak sukaan orang sama kita, maka disitulah kita akan semakin terkenal. kini saya sadar, bahwa beliau populer yakni akhir sebagian orang suka dan sebagian lagi tidak suka. sehingga orang semacam Ratna sarumpaet, Ahmad Dani, Fadli zon dll sama pentingnya buat beliau dengan orang lain menyerupai Teman Ahok untuk menjadikannya menjadi orang yang sangat terkenal. alasannya itu saya yakin, sedikit pun tidak ada rasa dendam dalam hati Ahok kepada orang-orang itu, alasannya mereka juga sudah berjasa untuk membesarkan nama Ahok.


9. Dia juga pernah bilang, agama tidak seharusnya dibawa-bawa dalam politik alasannya semua hal-hal yang baik dalam agama sudah disarikan dan dimasukkan dalam Konstitusi kita, yaitu Undang-Undang Dasar 1945 sehingga pejabat negara itu bila sudah menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945 berarti sudah menjalankan nilai-nilai dan aliran agamanya masing-masing.


Berikut simak video ini:




Sumber : Infoteratas



IndonesiaNewest - Ketemu salah seorang relawan Jokowi. Ngobrol ngalur ngidul ngisor, tiba2 beliau berkata, "Aku ini pendukung Jokowi.. tapi bukan pendukung Ahok.."
Saya menatapnya, "Kenapa ?" Tanyaku, ingin menggali alasan di baliknya. Dia karenanya bercerita panjang lebar yang pada pada dasarnya alasannya kasarnya lisan Ahok, warta 9 naga dan lain2 yang kita juga biasa mendengarnya.
Tersenyum saya mendengarnya. Yah namanya juga pilihan, bebas2 saja..
Hanya ada satu yang temanku ini lupa.
Salah satu alasan Jokowi waktu mendapatkan pencalonan Presiden dan berhenti jadi Gubernur DKI lebih cepat adalah, "... saya akan lebih gampang menuntaskan dilema Jakarta jikalau saya menjadi Presiden.."
Dan terbukti memang... Sejak Jokowi menjadi Presiden, Ahok - penggantinya -jauh lebih gampang menuntaskan dilema banjir dan macet. Koordinasi Ahok dengan Menteri PU jauh lebih gampang untuk atasi banjir yang menjadi momok di Jakarta sebelumnya. Ingat dulu perseteruan Gubernur Jokowi dgn Menteri PU masa SBY, Joko Kirmanto.
Jujur sajalah, Jakarta dulu ma kini utk dilema banjir sudah jauh berbeda kan ?
Begitu juga pembangunan transportasi massal yang sedang dikebut untuk mengurangi jumlah kendaraan langsung di jalan. Mulai MRT. LRT. Commuter line ttansjakarta hingga kereta ke bandara terus dikebut pembangunannya dengan kerjasama yang baik antara pemerintah sentra dgn pemprov DKI.
Coba deh mampir ke Jakarta, lihat betapa cepatnya pembangunan proyek transportasi massal itu dikerjakan. Dan semua itu hasilnya untuk warga Jakarta..
Jadi, lucu juga saat ada seorang pendukung Jokowi menyampaikan bahwa beliau tidak mendukung Ahok. Bagaimana sanggup melepaskan mereka yang semenjak awal satu paket untuk menuntaskan dilema yang dulu tak pernah terpecahkan di Jakarta ?
Kebayang jikalau yang jadi Gubernur nanti bukan Ahok. Bisa terjadi penyanderaan kegiatan yang sudah berjalan oleh Gubernur gres yang secara politis berseberangan dgn Jokowi. Tenttu akan repot kembali koordinasinya, sibuk ribut di langkah politis sehingga mengurangi kinerja.
Biasa, kita tahulah.. ajang Pilpres 2019 niscaya jadi kawasan mencari panggung banyak pejabat.
Jokowi membutuhkan Ahok untuk tetap menjadi Gubernur DKI, alasannya beliau harus merealisasikan janjinya dulu waktu meninggalkan Jakarta. Seperti kata lagu dangdut, "Kau yang berjanji, kamu yang mengakhiri.."
Karena itu mendukung Ahok sebagai Gubernur DKI yakni keharusan bagi pendukung Jokowi. Karena - perhatikan saja - para pembenci Ahok kebanyakan yakni barisan sakit hati pilpres 2014. Jangan terpengaruhi warta mereka untuk memisahkan Jokowi dan Ahok dari kegiatan pembangunan di Jakarta.
Jokowi dan Ahok bagi Jakarta itu menyerupai kopi dan gula. Satunya pait, satunya lagi manis dan mereka saling menyeimbangkan. Jika Ahok tersingkir dari DKI, jalan Jokowi menuju periode kedua, sanggup sangat terganggu alasannya banyak proyek yang tidak terlaksana kecuali ada negosiasi.
Masak gini aja gak paham ? Mukidi aja ngerti...


Sumber : Denny Siregar

Pages

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget